TEMPO.CO, Jakarta – Tren penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelajar semakin meningkat, dengan banyak yang memanfaatkan teknologi ini untuk belajar dan menyelesaikan tugas kreatif. Luis Francisco Vargas-Madriz, seorang analis dari Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), menyatakan bahwa banyak pelajar yang belum memiliki kemampuan analisis yang memadai saat menggunakan teknologi ini.
“Angka-angka ini sangat mencolok. Survei terbaru menunjukkan bahwa 88 persen remaja berusia 13 hingga 15 tahun menggunakan AI setiap hari untuk tugas kreatif dan belajar,” ungkap Vargas-Madriz saat acara Apple Education Experience di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, tingkat adopsi AI di kalangan pelajar yang lebih tua mencapai 96 persen. Namun, tantangan yang lebih besar saat ini bukanlah adopsi teknologi, melainkan pemahaman terbatas siswa tentang cara menggunakan AI secara kritis. Banyak pelajar yang tidak memiliki keterampilan untuk mengevaluasi hasil yang dihasilkan oleh AI atau memahami bahwa sistem AI tidak sepenuhnya netral.
“Hanya sedikit pelajar yang diajarkan cara menggunakan alat ini. Mereka tidak selalu tahu bagaimana cara mengevaluasi hasil AI, mengenali bias, atau menyadari bahwa alat AI tidak netral,” tambahnya.
Vargas-Madriz berpendapat bahwa peluang terbesar bagi sistem pendidikan saat ini terletak pada penguatan pendidikan mengenai penggunaan AI, bukan hanya sekadar mengikuti tren adopsi yang tinggi. Dia berpendapat bahwa AI telah membuka peluang signifikan untuk pendidikan, terutama dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir kritis.
Manfaat teknologi tidak hanya ditentukan oleh tingkat sofistikasinya, tetapi juga oleh bagaimana pelajar berinteraksi dengan teknologi tersebut. Pada acara yang sama, Vargas-Madriz menekankan bahwa hasil belajar juga dipengaruhi oleh penelitian mengenai cara manusia menggunakan teknologi. Oleh karena itu, dia menyarankan agar siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, “bukannya hanya mengandalkan AI untuk menyelesaikan tugas,” tegasnya.
